Posts filed under ‘Games’

Refensi Game “FAIRY GODMOTHER TYCOON”

REFENSI GAME FAIRY GODMOTHER TYCOON

PENDAHULUAN

Game Fairy Godmother Tycoon ini menceritakan kisah dimana ibu peri membantu penduduk di suatu desa yang terkena beberapa macam penyakit. Ibu peri ini akan membantu penduduk tersebut dengan membuat obatnya lalu menjualnya.

Game ini berseting pada dunia peri, dimana ada beberapa peri wanita dan pria, Disini player akan menjadi peri disetiap desa. Desa tersebut mempunyai beberapa penyakit dan ada tingkat persentase atas wabah penyakit yang menyerah penduduk desa tersebut. Player yang selaku peri yang baik hati, disini mengatur obat atau potion, seperti mengatur racikan perpaduannya, harga, dari aspek marketing, lalu penelitian yang memunkinkan untuk ditemuinya obat baru. Disetiap desa, player akan bersaing dengan peri  lain, disini computer. Misinya player harus memenagkan persaingan dengan peri musuh, apabila musuh gagal dan bangkrut, maka player akan menang.

HARDWARE  & SOFTWARE REQUIREMENT

Game ini berjalan pada computer yang mempunyai system operasi :

–          Windows 98

–          Windows ME

–          Windows 2000

–          Windows XP

–          Windows Vista

–          Windows 7..

–          DirectX nya harus DirectX versi 7 keatas.

Pada sisi hardware :

–          Minimal memori RAM 512mb

–          Minimal prossesor 600MHz

Dari segi multimedianya, grafik game ini masih menggunakan grafik 2D. Segi  suara, penuh dengan lantunan melody yang nyaman didengar  telinga dalam waktu yang lama. Dari gambar pun menarik dan tidak membosankan.

Software dalam pembuatan game Fairy GodMother Tycoon ini, penulis tidak mengetahui persis Software dalam pembuatannya.

Maret 14, 2010 at 9:31 am 1 komentar

Dampak Pengaruh Game Terhadap Anak-Anak

DAMPAK GAME TERHADAP MASYARAKAT

PENDAHULUAN

Hal yang paling dikritik dari video game adalah dampaknya yang bisa membuat kecanduan. Singkatnya permainan itu dituduh menjadikan orang berperilaku kompulsif, tak acuh pada kegiatan lain, dan memunculkan gejala aneh, seperti rasa tak tenang saat keinginan bermain tidak terpenuhi.

Dari hasil penelitian, menunjukkan bahwa pecandu video game (junkies) adalah individu berintelijensi tinggi, bermotivasi, dan berorientasi pada prestasi. Mereka berprestasi bagus baik di sekolah maupun tempat kerja yang tidak terganggu dengan hobi yang satu ini. Namun kecanggihan game yang terus berkembang dan semakin banyak dibuat saat ini. masih jadi tanda tanya apakah game berpengaruh pada orientasi prestasi seseorang.

RISIKO KECANDUAN YANG BESAR

Mark Griffiths dari Nottingham Trent University mengungkapkan bahwa bisa saja game membuat orang lebih bermotivasi. Seperti perkataan dia, “Video game abad ke-21 dalam beberapa segi lebih memberi kepuasan psikologis daripada game tahun 1980-an.”

Jelasnya, lanjut dia, untuk memainkannya perlu keterampilan lebih kompleks, kecekatan lebih tinggi, serta menampilkan masalah yang lebih relevan secara sosial dan gambar yang lebih realistis. “Namun saat tawaran ‘hadiah psikologis’ lebih besar, kemungkinan pemain mengalami kecanduan juga lebih besar.” Sepengamatannya, anak-anak mulai tertarik pada video game pada usia sekitar tujuh tahun. Dalam masa ini, tambahnya, segala hal yang terjadi adalah kegiatan yang belum menimbulkan kerusakan serius meski sebagian orang sudah melihat adanya gejala kecanduan.

Namun penelitian terbaru pada anak usia awal belasan tahun menemukan hampir sepertiganya bermain video game setiap hari. “Yang lebih mengkhawatirkan sekitar 7%-nya bermain paling sedikit selama 30 jam per minggu,” ungkap penelitian itu seperti dikutip situs BBC beberapa waktu lalu.

Menanggapi angka ini, Griffiths dalam keprihatiannya mengatakan betapa besar dampak jangka panjang dari kegiatan yang menghabiskan waktu luang lebih dari 30 jam per minggu pada perkembangan aspek pendidikan, kesehatan, dan sosial anak dan remaja. “Ketergantungan semacam itu dapat memicu perilaku menyimpang lain seperti mencuri uang untuk membeli game baru, bolos sekolah, keengganan mengerjakan pekerjaan rumah (PR), atau rasa tak tenang saat tidak dapat bermain.”

DETEKSI DAN PENANGGULANGAN

Pada usia anak-anak sekolah, untuk mengetahui apakah kecanduan itu sudah mengganggu kegiatan sekolah anak, Griffiths mengingatkan kepada para orangtua yang peduli untuk memperhatikan sejumlah gejala, seperti:

–          apakah anak bermain seharian, sering bermain dalam jangka waktu lama atau lebih dari 3 jam.

–          Apakah anak bermain untuk kesenangan, cenderung seperti tak kenal lelah & mudah tersinggung saat dilarang.

–          Apakah anak bermain game mengorbankan kegiatan social terhadap lingkungan sekitar & berolah raga untuk menjaga stamina tubuh.

–          Apakah adanya keengganan dalam mengerjakan PR atau tugas.

–          Dan apakah adanya keinginan untuk menguranngi ketergantungan namun tak bsa.

–          Mengurangi segi aktivitas dalam bekerja atau belajar

–          Lebih cenderung tidak memperhatikan masalah kesehatan dengan tidak berolahraga, karena keasikan dalam bermain game.

“Jika anak mengalami lebih dari gejala-gelaja tersebut maka bisa disimpulkan bahwa anak tersebut mungkin sudah terlalu banyak menghabiskan waktu untuk bermain video games.” Lanjutnya. Satu gejala terpapar secara berlebihan yang juga bisa dilihat dari kekakuan pada gerakan anak.

Hal ini mengingat saat ini 40% rumah keluarga di Inggris mempunyai komputer yang memperbesar peluang anak untuk bermain dengan perangkat elektronik itu. Tapi meskipun demikian, kata Griffiths, orangtua masih dapat melakukan sejumlah hal. Sejak dari memberi anak permainan yang lebih mendidik daripada sekadar mempertontonkan kekerasan, mendorong bermain video game secara berkelompok, dan membatasi waktu main game-nya setelah mengerjakan PR.

“Yang tak kalah penting adalah mengingatkan anak untuk mematuhi panduan yang disarankan pabrik, seperti duduk setidaknya 50 cm dari monitor, ruangnya cukup pencahayaan dan tak menyetel layar terlalu terang,” ujarnya menambahkan jika beragam upaya itu gagal mainan itu harus diambil.

Menyangkut dimensi komputer meja yang kebanyakan lebih sesuai dengan postur orang dewasa, kata dia, tidak membuat anak menyerah begitu saja. “Hasil pemaksaan postur ini menjadi salah satu sebab utama repetitive strain injury (RSI) atau nyeri sendi di kalangan anak-anak.” Menurut Bunny Martin, direktur Body Action Campaign, RSI ini kemungkinan berkembang menjadi kecacatan pada anak bila tidak ditangani sejak dini. “Anak usia tujuh tahun bisa saja mengidap RSI karena terlalu sering menggunakan komputer baik di rumah maupun sekolah.

” Di sejumlah kelas yang anaknya kebanyakan berusia 11 tahun, Bunny menemukan lebih dari separuh muridnya telah kena gejala awal RSI. Dia mengisahkan satu bocah pria dari Peckham, dekat London, yang setiap malam mesti merendam tangannya di air dingin guna meredam nyeri pada ibu jarinya.

Bunny menambahkan kebanyakan game dirancang sedemikan rupa agar anak penasaran dan mengejar nilai tinggi. “Dan kondisi ini sering membuat anak lupa bahkan untuk sekadar berhenti sejenak.” Kenyataan ini, menurutnya, mengharuskan orangtua dan guru agar lebih waspada. Menurutnya, sejumlah anak bahkan tidak dapat masuk sekolah karena rasa nyeri yang dialami tidak memungkinkan anak untuk belajar.
Dari gambaran di atas, dapat disimpulkan bahwa games dapat dimanfaatkan untuk memacu kreatifitas dan daya berpikir cepat seseorang. Hal itu sangat bermanfaat bagi anak-naka usia sekolah serta mahasiswa. Tetapi, jika kita tidak dapat mengendalikan diri

Februari 19, 2010 at 7:59 am Tinggalkan komentar

Perkembangan Teknologi Game

GAME MERUPAKAN ENTERTAIMENT  YANG MENCERDASKAN

BAB I PENDAHULUAN

PEMAHAMAN TENTANG GAME

“Game” merupakan “permainan” dimana maksud permainan tersebut lebih merujuk sebagai “kelincahan intelektual atatu intellectual playability”. Game sendiri diartikan sebagai arena keputusan untuk player atau pemain beraksi, dimana ada target-target yang harus dicapai. Kelincahan intelektual, pada tingkat tertentu, merupakan ukuran sejauh mana game itu menarik untuk dimainkan secara maksimal.

Pada saat ini perkembangan game sangat cepat, ditandainya dengan para ppengelola industry game belomba-lomba untuk menciptakan game yang lebih mendekati nyata/ riil dan tentunya menarik bagi para pemainnya. Sehingga game bukan hanya sekedar hobi untuk mengisi waktu luang, melainkan sebuah cara untuk meningkatkan kreativitas dan tikat intelektal penggunannya.

Jadi bermain “game” adalah sebuah proses penyamaan frekuensi (fine tuning) dari logika berpikir anak-anak kita dengan aplikasi computer. Game juga secara nyata dapat mempertajam daya analisis penggunanya untuk mengolah informasi yang didapat dan mengambil keputusan cepat yang tepat.

Ada 6 faktor yang membuat pengguna hobi bermain game:

  1. Adanya tawaran kebebasan.
  2. Beraneka ragamnya pilihan
  3. Daya tarik element-element dalam game
  4. Interface atau tampilan
  5. Tantangan
  6. Aksesbilitas

Platform games:

  1. PC

Biasanya aplikasi gamenya menggunakan bahasa C++ atau C.

Waktu pengembangannya 3-6 bulan, tergantung kompleksitas gamenya.

  1. Web Based Games

Aplikasi game dimana diletakkan pada server di Internet, dimana user hanya perlu menggunakan akses internet dan browser untuk mengakses gamenya.

Waktu pengembangannya lebih singkat, 1-2 bulan.

  1. SmartPhones/Pocket PC(PCC)

Aplikasi game yang berjalan pada system operasi Windows Mobile 2003, 2004, 5.0 sampai sekarang.

Usernya:

karakter pengusaha/ eksekutif muda sangat cocok apabila menggunakan media PocketPC/SmartPhones sebagai bagian aktivitas kegiatan advertising.

Waktu pengembangan biasanya memerlukan waktu 3-6 bulan tergantung dengan kompleksitas games tersebut.

  1. Mobile Phone

Aplikasi game menggunakan bahasa:  JAVA(jar), Symbian(sys), dan sekarang menggunakan PHYTON.

Usernya dari semua kalangan, biasanya untuk mengisis waktu luang.

Waktu pengembangannya relative lebih pendek, sekitar 1-3 bulan.

SEJARAH PERKEMBANGAN GAMES

–          Tahun 1947

Pertama kali game di desain untuk dimainkan dengan layar CRT (Cathode Ray Tube). Game sederhana dirancang oleh Thomas T. Goldsmith Jr. & estle Ray Mann.

–          Tahun 1948, 14 Desember

Game yang dirancang mendapatkan “Paten”.

Sistem yang dibuat terdiri dari 8 vacum tubes & menyimulasikan peluru yang ditembakkan pada target, beberapa knop disediakan untuk mengatur kurva & kecepatan titik yang mewakili peluru.

Karena grafik belum bisa dibuat, maka target penembakan digambar pada sebuah lapisan yang kemudian ditempel pada CRT. Ini terinspirasi dari display radar pada PD II.

–          Tahun 1952

A.S Duoglas membuat OXO, game grafis noughts and crosses (nol & silang) di University of Cambridge.

–          Tahun 1958

William Higinbotham menciptakan game Tennis for Two pada Osiloskop.

Game ini menampilkan lapangan tennis sederhana yg dipandang dari samping. Bola seakan dipengaruhi gravitasi & harus lewati net(jarring). Dengan 2 kontrol yang masing-masing dilengkapi knop utk mengarahkan bola & satu lagi untuk memukul bola sampai melewati net.

–          Tahun 1972

–          Perangkat portable game yang pertama dibuat yaitu Tic Tac Toe oleh Waco Company.

–          Dirilisnya video game pertama utk pasar rumahan yaitu Magnavox Odyssey, dengan menghubungkannya dengan TV.

–          Tahun 1972, 29 November

ATARI meluncurkan video game ping-pong dengan nama PONG.

–          Tahun 1970an Akhir

–          Mistery House, rancangan ibu rumah tangga, Roberta Williams dipercaya sebagai game petualangan pertama dengan grafis pada Apple II.

Interface input perintah berupa teks, ilustrasi grafik hitam putih sebagai rumah bergaya Victoria.

–          Roberta Williams beserta suami mendirikan Sierra On-line.

Memproduksi banyak game, khususnya game bergenre petualangan.

–          Tahun 1980an Awal

–          Hadirnya produk monitor warna membuat penggila game makin antusias, sehingga perpindahan suasana game dari halaman ke halaman lain menjadi lebih hidup.

–          Hadirnya media penyimpan CD-ROM yang dalam waktu singkat menjadi populer. Era game 3 dimensi (3D) dengan perspektif orang pertama dan multiplayer game mulai muncul di era ini.

Suara  & music pengiring ikut melengkapi fungsi multimedia & interaktif game.

–          GAME WATCH, perangkat mini yg pas digenggam tangan dibuat oleh NINTENDO.

Kesuksesan GAME WATCH, dengan LCD genggamnya ini menciptakan banyak pengikut utk membuaat yg sama dengan mengadopsi game-game popular.

–          Tahun 1980an Pertengahan

–          Banyak game bermunculan dipasaran hadir dengan fungsi Scrolling atau Virtual Paging.

–          Hadirnya produk Sound Card

Tahun 1990 Sampai Sekarang

Dengan peningkatan power komputasi dan turunnya cost untuk prosesor seperti Intel 386, 486, dan Motorola 68000, perkembangan kemampuan multimedia dengan sound card dan CD-ROM lebih berarti.

Industri game yang masih berdiri kokoh sampai hari ini memegang dua pasar besar yaitu video game & game computer.

Game Komputer memang lebih banyak item judulnya karena dengan perangkat standar hampir semua game produksi pihak ketiga bisa dimainkan di PC. Sedangkan untuk pasar Video Game, didominasi oleh Sony dengan Play Station ,Play Station2, Play Station Portable (PSP) & yang terbaru Play Station 3. Microsoft dengan Xbox & yang terbaru Xbox 360. Nintendo dengan GBC, GBA, GBA SP, Nintendo Game Cube, Nintendo DS & yang terbaru Nintendo Wii.

Game Komputer telah berkembang ke arah Network Multimedia Game, di mana banyak pemain dari lokasi yang saling berjauhan berinteraksi satu sama lain secara real time dalam satu jaringan komputer. Sebut saja misalnya Quake III Arena pada tahun 2001 lalu. Counter Strike sebuah game 3D multiplayer mengambil tema simulasi taktik pertempuran yang terinspirasi dari pertemputan antara Teroris dengan Polisi. Warcraft Series yang dulu hanya sebuah game offnile, kini sudah menjadi game online terbaik di dunia dengan judul game World Of Warcraft, dimana game tersebut bertipe MMORPG (Multilple Massive Online Role Playing Game). Selain itu ada DoTA (Defend of Tower Ancient), dimana game ini mengasah skill para user untuk bisa mengatur hero dan mempertahankan basenya.

Selama ini orang menganggap bahwa game console seperti Playstation, XBOX & Nintendo Game Cube adalah sarana terbaik untuk bermain game, sementara fungsi game di PC hanyalah fungsi tambahan saja. Kebanyakan gamer juga masih menganggap bahwa game console mampu memberikan gambar yang lebih baik ketimbang PC.

Anggapan tersebut bisa saja benar jika PC yang mereka gunakan masih menggunakan videocard standar, yang praktis fungsinya tak berbeda jauh dengan PC di kantor  yang praktis fungsinya hanya untuk mengetik dan internetan saja. Sebenarnya semenjak tahun 2003 (tepatnya di era Geforce 4), perkembangan teknologi videocard untuk PC sudah jauh diatas kemampuan chip grafis yang digunakan oleh game console terbaik saat itu.

Playstation2 dan XBOX (generasi pertama), saat itu memiliki kinerja yang masih dibawah Geforce4 Ti 4200. Memang harus diakui bahwa harga videocard Geforce4 tipe tersebut saat itu masih lebih mahal daripada harga sebuah Playstation2. Hal itulah yang menyebabkan bermain game di PC dianggap sebagai hal yang mewah dan dianggap lebih menghabiskan biaya ketimbang bermain game di PC.

Lima tahun telah berlalu dan kini game console telah menjelma pula menjadi barang mewah. XBOX telah berevolusi menjadi XBOX 360 yang kini harga jualnya sekitar 4 jutaan, dan Playstation2 juga telah alih generasi menjadi Playstation 3, 40GB & 60GB yang dibandrol dengan harga 5 jutaan lebih. Bila dulu harga game console lebih murah daripada sebuah PC biasa, kini harga sebuah game console lebih mahal daripada PC biasa bahkan notebook.

Banyak pemilik  game console berpendapat harga tersebut pantas karena mereka mengangggap bahwa XBOX 360 dan Playstation3 adalah sarana bermain game yang memiliki tampilan grafis terbaik saat ini. Ini adalah anggapan yang salah besar, dan ini disebabkan karena para pemilik game konsol  tersebut terlalu lama didepan TV bersama game console kesayanganya hingga tidak mengikuti perkembangan teknologi terkini. Hingga detik ini, PC masih tetap merupakan perangkat bermain game gaming yang lebih canggih dibanding game console terbaru sekalipun.

Secara logika akal sehat saja, mustahil sebuah PC kalah canggih dibanding game console, karena semua game console diciptakan di PC. Saat ini, teknologi videocard untuk PC lagi-lagi telah jauh diatas kecanggihan teknologi game console terbaru.

Seri videocard Geforce yang 4 tahun lalu masih seri ke 4, kini telah memasuki seri ke 8, yaitu Geforce 8800. Geforce 8800 seri termurah, yaitu Geforce 8800GTS 320MB memiliki teknologi & kinerja yang jauh diatas XBOX 360 dan Sony Playstation3. Namun harga videocard tersebut bahkan lebih murah dibanding harga Playstation3 dan XBOX 360.

Sebuah Gaming PC berbasis prosesor terbaru (Core2 Duo) dan menggunakan generasi videocard terkini (Geforce 8800GTS) memang akan menelan biaya nyaris 2X harga XBOX 360, namun Gaming PC tersebut memiliki fungsi yang 7X lebih banyak dibanding sebuah game console. Dan perlu diingat bahwa tampilan game di Gaming PC tersebut jauh lebih baik dibanding di XBOX 360 atau Play Station 3.

BAB II

Software Pembuatan Game

The 3D Gamemaker

Software yang  membuat game 3D, dan bisa langsung dimainkan, membuat model, gameplay, story. Software ini hanya menggunakan tools yang ada untuk membuat game 3D yang dikira butuh bahasa pemograman yang tinggi untuk membuatnya.
Situsnya: http://t3dgm.thegamecreators.com
3D RPG BUILDER

Software yang masih dalam tahap pengembangan, software ini membuat game dengan RPG, mudah dalam penggunaannya dan jika ingin membuat game RPG dengan lebih baik lagi maka bisa menggunakan LUA programming.

Game Maker

Software ini bisa digabungkan dengan bahasa pemograman lain seperti C++, berguna bagi Anda yang ingin membuat game bertipe Arcade(2D), saat penginstlalan selesai Anda juga sudah disediakan sampel game yang dibuat dengan software ini, diantara software itu pasti ada satu yang Anda kenal yaitu game “1945”.

RPG Maker
software ini  bertipe RPG yang sangat mudah digunakan dalam pembuatan gamenya dan hasil game yang memuaskan. Hasil game lebih mirip dengan game rpg yang ada di Playstation. Disini tidak bisa membuat karakter untuk game yang akan dibuat tetapi tersedia ratusan karakter yang bisa dipakai, dan ratusan jurus yang bisa digunakan
RPG Maker Full Version, situs: http://www.evancode.com/

FPS Creator
Software untuk membuat game bertipe First Player Shooter. Pada  Demo Versionnya terdapat banyak kelemahan, antara lain: Tidak bisa mengimpor model 3d buatan sendiri, hanya bisa memasukan 25 items dalam satu project, tidak bisa memasukan video untuk bagian story, tidak bisa multi level dan yang paling parah, tidak bisa dipublish menjadi game exe.

Game Maker

Software ini bisa digabungkan dengan bahasa pemograman lain seperti C++, berguna bagi yang ingin membuat game bertipe Arcade(2D), juga sudah disediakan sampel game yang dibuat dengan software ini, diantara software itu pasti ada satu yang dikenal yaitu game “1945”.

Menggunakan Game Maker mudah dipelajari drag-and-drop tindakan, Anda dapat membuat permainan mencari profesional dalam sedikit waktu. Anda dapat membuat game dengan latar belakang, animasi grafis, musik dan efek suara, dan bahkan game 3D! Dan ketika anda sudah menjadi lebih berpengalaman, ada built-in bahasa pemrograman, yang memberikan Anda fleksibilitas penuh menciptakan permainan dengan Game Maker. Apa yang terbaik, adalah kenyataan bahwa pembuat Game dapat digunakan secara gratis.

Anda dapat melakukan apapun yang Anda inginkan dengan permainan yang Anda menghasilkan, Anda bahkan dapat menjualnya! Juga, jika Anda mendaftar salinan Game Maker, Anda dapat membuka fungsi tambahan, yang meningkatkan kemampuan program. Game Maker datang dimuat dengan koleksi freeware gambar dan suara untuk Anda mulai.

Tutorial membuat gamenya dapat dilihat disini , Lalu download nya disini (10 mb)

Tutorial membuat game bertarung / berantem
level pembuatan game = “INTERMEDIATE”
http://www.youtube.com/watch?v=7qNLiBEHsVw
http://www.youtube.com/watch?v=5E_fJ9A6csU
Hampir semua teknologi game programming bisa digunakan untuk membuat game online. Bahkan anda bisa membuat game multiplayer online dengan Flash. contoh :
http://www.flash-game.net/free-games…ayer-games.php

Jika memakai bahasa C++, pertama pada pemilihan enginenya.
Dalam C++ terdapat banyak engine yang bisa dipilih, mulai dari “indie favourite” seperti OGRE
http://www.ogre3d.org/
atau irrlicht
http://irrlicht.sourceforge.net/

to something pricey like Unreal engine :
http://www.unrealtechnology.com/technology.php
atau id tech
http://www.idsoftware.com/business/idtech3/
atau gamebryo
http://www.emergent.net/Products/Gamebryo/

Atau teknologi yang diatas terlalu overkill untuk kebutuhan anda ? anda bisa menggunakan 2D engine seperti HGE
http://hge.relishgames.com/

Atau anda bisa bergerak ke bawah dan langsung menggunakan framebuffer untuk membuat engine sendiri. bisa menggunakan SDL
http://www.libsdl.org/

atau kalau berani, langsung menggunakan DirectX atau OpenGL

untuk kemampuan multiplayer, anda bisa menggunakan ribuan network library “out there”. Contoh library yang didesain untuk game adalah RakNet :
http://www.jenkinssoftware.com/raknet/index.html

atau anda ingin menggunakan yang lebih “generik”, seperti ACE
http://www.cse.wustl.edu/~schmidt/ACE.html

atau yang lebih modern
http://www.boost.org/doc/libs/1_41_0…oost_asio.html

Februari 12, 2010 at 4:05 am Tinggalkan komentar


Kalender

November 2020
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Posts by Month

Posts by Category